Lebih lanjut, Koko mengatakan bahwa lokasi masjid yang berada di tengah kota menjadikan masjid ini selalu ramai dikunjungi jamaah. Dari pagi hingga malam hari di mana Salat Tarawih dilakukan, masjid selalu ramai.
“Selalu ramai untuk ibadah Tarawih. Senin sampai Jumat pengunjungnya stabil. Karena ini kan posisinya di tengah kota, jadi bisa disebut masjid transit. Makanya ramai,” ujarnya.
Masjid Cut Meutia memang menjadi salah satu masjid bersejarah di Jakarta. Gedung berlantai dua ini merupakan gedung bekas kantor arsitek Belanda yang dibangun pada tahun 1910. Meski diberi tambahan kubah, masjid ini tidak mengubah bentuk asli bangunan.
(Johan Sompotan)