Lebih lanjut, Thomas juga mengatakan bahwa fenomena GMT adalah fenomena yang unik karena tidak terjadi setiap bulan dan tidak bisa dilihat di semua daerah. Hal ini berbeda dengan fenomena Gerhana Bulan yang lebih sering terjadi.
“Biasanya hanya Gerhana Bulan. GMT jarang karena melintas di hari-hari tertentu saja. Kalau GMT terjadi di daerah tertentu saja ketika bulan menggelapi daerah tertentu,” terang Thomas.
Thomas melanjutkan, GMT terjadi karena bidang orbit menyimpang 5 derajat hanya pada musim-musim gerhana.
Seperti diberitakan sebelumnya, GMT akan berlangsung selama 1 hingga 3 menit di daratan Indonesia. Beberapa kota pun akan dilewati termasuk Palembang, Belitung, Kalimantan dan Maluku. Sedangkan beberapa wilayah lainnya hanya akan menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian saja.
(Johan Sompotan)