KABAR mengenai lima tenaga kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan yang dikatakan terjangkit virus MERS CoV tidak benar. Hal ini ditegaskan langsung oleh Kementerian Kesehatan RI melalui Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan, Mohamad Subuh.
"Kita sudah koordinasi dengan Kedubes di Korea dan Kedubes Korsel di Indonesia. BNP2TKI juga sudah dikonfirmasi dan mereka bilang dengan tegas tidak membuat pernyataan seperti itu. Dengan demikian berita itu tidak benar," tegas Subuh, saat mendampingi Menteri Kesehatan dalam kegiatan simulasi kesiapsiagaan dan penatalaksanaan MERS CoV di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jum'at (3/7/2015).
Bahkan saat ditemui hari ini, Subuh mengatakan belum ada notifikasi lagi dari Kementerian Korea Selatan kepada beliau yang juga menjadi penanggung jawab Internastional Health Regulation. Pihak pemerintah Korea Selatan jelas akan aktif melaporkan bila ada WNI yang dicurigai atau terinfeksi. Sementara itu, sumber berita yang beredar di media kemarin diakui Subuh membingungkan.
"Sejauh ini WNI yang menjadi korban ada dua, yang ditemukan di Arab Saudi pada 2013. Satu TKI yang menjadi korban meninggal dan satu jamaah yang berhasil disembuhkan. Setelah itu alhamdulillah tidak ada WNI yang terinfeksi MERS CoV," kata Subuh mengingatkan.
(Renny Sundayani)