SETIAP tahun Candi Borobudur menjadi tempat perayaan Hari Waisak. Perayaan Waisak di candi ini selalu menarik wisatawan yang ingin melihat ritual sakral dan mengesankan.
Waisak dirayakan sekali tiap tahunnya, yakni setiap bulan purnama pada Mei atau Purnama Sidhi. Dalam setiap perayaannya, upacara sakral selalu dilaksanakan beberapa hari sebelumnya.
Misalnya mengambil air suci dari mata air murni di Jumprit, Kabupaten Temanggung. Air suci tersebut dikemas dalam sekira sepuluh ribu botol dan 70 kendi yang kemudian disimpan di Candi Mendut, di mana lokasi tak jauh dari Borobudur.
Umat Buddha percaya bila air adalah unsur alam penting untuk prosesi Waisak. Menurut kepercayaan mereka, air digunakan untuk mengalirkan kebaikan.
Hari berikutnya, ritual menyalakan obor Waisak yang sumber apinya diambil dari api abadi di Mrapen. Lokasi api abadi ini di Desa Grobogan, Purwodadi, Jawa Tengah. Seperti halnya air suci, api ini pun terlebih dahulu disimpan di Candi Mendut sebelum tiba puncak perayaan Waisak di Borobudur.
Bagi umat Buddha, api adalah melambangkan cahaya yang sejatinya dapat menghapuskan kesuraman dan membawa terang. Selain itu, cahaya juga dapat diibaratkan sebagai pengetahuan di gelapnya kehidupan. Dengan api pula umat Buddha membersihkan segala jenis kotoran batin dengan membakarnya.
Lebih lanjut, pindapatta juga akan dilakukan sebagai bagian dari ritual Waisak. Pindapatta adalah ritual, di mana biarawan Buddha menerima persembahan makanan dari jemaat. Biarawan Buddha akan berjalan dengan kepala tertunduk sambil memegang mangkuk dan jemaat secarta sukarela mengisinya dengan makanan.
Filosofi di balik ritual ini adalah tindakan memberi dan menerima sebagai latihan moral, baik bagi biarawan maupun pengikut Buddha. Bagi para biarawan Buddha, pindapatta adalah salah satu cara melatih diri hidup sederhana dan belajar menghargai pemberian.
Pada hari puncak perayaan Waisak, biasanya biksu dan jemaat Buddha akan berkumpul di Candi Mendut sejak pagi hari. Dari Candi Mendut, mereka akan berjalan kaki menuju Candi Borobudur melewati Candi Pawon, Sungai Elo dan Sungai Progo.
Dalam prosesi tersebut, obor Waisak, air suci dan simbol-simbol Buddha lainnya akan dibawa ke altar utama di halaman sisi barat Candi Borobudur yang menjadi lokasi perayaan Waisak. Demikian dikutip dari Indonesia.travel, Kamis (28/5/2015).(yac)