MASIH banyak masyarakat Indonesia yang menyukai steik dengan tingkat kematangan
well done atau matang sempurna. Padahal, idealnya
steik itu dimasak dalam kondisi setengah matang.
Steik merupakan olahan daging sapi paling populer. Tapi untuk di Indonesia sajian ini belum begitu
familiar.
Chef Afit, pemilik Holycow Steakhouse by Chef Afit, mengatakan, sebenarnya olahan steik paling nikmat memang disantap dalam keadaan setengah matang atau sering disebut medium.
"Yang paling enak memang setengah matang atau tingkat kematangan medium. Luarnya sudah berwarna coklat, tapi dalamnya masih merah muda. Daging ini lebih empuk, enak dan lebih juicy," jelasnya kepada Okezone di Jakarta.
Lanjut Chef Afit, jika ada yang beranggapan bahwa steik well done jauh lebih enak, justru ini anggapan yang keliru. Pasalnya, daging yang dimasak sampai matang sempurna, dagingnya cenderung kering, keras dan tidak gurih alami.
"Kalau memang kepingin menikmati steik. Tingkat kematangan dengan rate antara medium rare hingga medium adalah yang dianjurkan," tandasnya.
(Santi Andriani)