Batu empedu adalah salah satu penyebab keluhan pencernaan yang bisa mengganggu kualitas hidup seseorang. Selain dari kolesterol, dr Arief Setiawan, SpB(K)BD, spesialis bedah digestif dari RSU Bunda Jakarta, menjelaskan bahwa batu juga bisa terbentuk dari benda asing yang masuk ke saluran empedu.
“Batu empedu berbentuk pigmen bisa disebabkan cacing yang biasanya bersembunyi di hati. Mereka bisa masuk ke kandung empedu dan membatu. Masalah ini kemarin banyak saya temukan pada orang-orang Sunda yang biasa mengonsumsi lalapan mentah,” tuturnya di Jakarta, belum lama ini.
Empedu adalah kelenjar kecil yang memiliki dua saluran yang terhubung ke hati dan usus dua belas jari. Kelenjar empedu berfungsi mengalirkan cairan empedu membantu memecah lemak dari makanan dan melarutkan vitamin serta nutrisi lainnya.
Selain menyalurkan empedu, yang sebagian besar terdiri dari kolesterol, terdapat kandung empedu yang berfungsi menyimpan empedu dengan mengentalkannya. Empedu atau benda asing yang masuk dan mengental terlalu lama di dalam kandung empedu dapat mengkristal dan membantu.
“Bila batu empedu dibiarkan tanpa dilakukan tindakan medis segera, ini bisa meningkatkan kemungkinan infeksi atau peradangan akut,” tambah dr Arief. Adapun gejala masalah ini adalah nyeri perut saat makan makanan berlemak, khususnya di perut kanan atas, yang hilang timbul.
Oleh karena itu, Arief mengingatkan, agar kebersihan makanan mentah harus selalu diperhatikan benar untuk memastikan tidak ada makhluk hidup atau kotoran lainnya yang tertinggal.
(Renny Sundayani)