Keadaan tersebut menimbulkan keinginan pihak terkait untuk memberi aturan mengenai klasifikasi arus perairan pada titik-titik wisata bahari. Hal ini akan dilakukan untuk membuat penyelam mengetahui bagaimana keadaan arus dan perairan yang akan mereka selami.
“Maka kita inginkan membuat aturan klasifikasi titik penyelaman,” katanya.
Eko menambahkan, di beberapa tempat, seperti lokasi penyelaman di Kilometer Nol, Sabang, arus perairan cukup deras hingga membuat para penyelam terbawa arus.
Belum lagi tentang adanya beberapa penyelam yang tewas akibat perbedaan arus maupun tekanan di titik penyelaman. Oleh karenanya, aturan klasifikasi keadaan bawah laut sangat penting untuk mengurangi risiko tersebut.
(Yogi Cerdito)