Diet tertentu atau puasa juga dapat menyebabkan halitosis. Ketika tubuh tidak lagi mendapat pasokan karbohidrat, tubuh akan memecah glukosa yang disimpan dalam otot dan hati. Setelah beberapa jam, tubuh mulai memecah simpanan lemaknya. Produk limbah metabolisme tersebut, yang dikenal sebagai keton, memberikan bau yang khas.
Anda juga dapat mencium napas tidak sedap dari siapa saja habis berolahraga dan tidak makan cukup karbohidrat sebelum atau setelah mereka berolahraga. Orang-orang yang menjalani diet tinggi protein yang ketat juga dapat mengalami efek yang sama.
Namun demikian, bau mulut ini dapat dikendalikan jika Anda rutin menjaga kebersihan mulut dengan cara tepat, seperti sikat gigi minimal dua kali sehari.
(Renny Sundayani)