Tidak mau bersusah payah
Orangtua otoriter tidak ingin membuang-buang energi untuk menjelaskan mengapa sesuatu tidak boleh dilakukan. Mereka tidak peduli pada perasaan anak dan tidak mau berdiskusi.
Sebaliknya, ketika anak melanggar aturan, mereka cenderung menyalahkan anak padahal mereka sendiri tidak pernah memberi tahu mana perilaku yang baik.
Terlalu mengendalikan anak
Daripada mengajarkan anak untuk mengendalikan diri, orangtua otoriter bertindak mengendalikan hidup anak. Fokus anak adalah mematuhi aturan dan hanya disediakan sedikit ruang untuk mengembangkan kreativitas.
Memberi hukuman fisik
Memukul adalah hukuman yang digunakan oleh orangtua otoriter. Orangtua jenis ini biasanya menggunakan bentuk-bentuk hukuman fisik sebagai konsekuensi untuk perilaku.
Tidak demokratis
Anak-anak dilarang bersuara atau mengutarakan pendapat. Perintah orangtua adalah mutlak dan tidak bisa dibantah.
Menolak memberi penghargaan
Kebanyakan orangtua otoriter tidak percaya, hadiah atau pujian bermanfaat agar anak berperilaku baik. Mereka berpikir seharusnya anak memang bersikap baik tanpa harus diberi penghargaan.
Suka membentak
Orangtua otoriter lebih suka berteriak atau membentak daripada bermain dengan anak mereka. Mereka ingin anak-anak berperilaku baik namun mereka tidak peduli pada kegiatan anak.
(Yogi Cerdito)