ORANGTUA berperan besar terhadap perkembangan anak. Hal ini karena sebagian besar waktu anak dihabiskan bersama orangtua.
Sikap orangtua akan memengaruhi bagaimana seorang anak bersikap ketika dewasa, termasuk sikap
otoriter. Pola asuh otoriter akan membuat anak tertekan, tidak berkembang, dan tidak percaya diri.
Melansir dari Dicipline, Selasa (7/4/2015), berikut ciri-ciri orangtua otoriter.
Tidak mau bersusah payah
Orangtua otoriter tidak ingin membuang-buang energi untuk menjelaskan mengapa sesuatu tidak boleh dilakukan. Mereka tidak peduli pada perasaan anak dan tidak mau berdiskusi.
Sebaliknya, ketika anak melanggar aturan, mereka cenderung menyalahkan anak padahal mereka sendiri tidak pernah memberi tahu mana perilaku yang baik.
Terlalu mengendalikan anak