Para peneliti mengklasifikasikan buah dan sayuran menurut kadar kandungan residu pestisida dari yang tertinggi (seperti paprika, bayam, stroberi, apel, dan pir) hingga terendah (seperti kacang polong, kacang-kacangan, jeruk dan bawang). Tak ketinggalan, faktor lain seperti kebiasaan merokok dan indeks massa tubuh juga dicatat, mengingat keduanya diketahui memengaruhi kualitas sperma.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pria yang cukup sering makan buah dan sayuran (lebih dari 1,5 porsi per hari) dengan tingkat residu pestisida tinggi memiliki jumlah sperma 49 persen dan dengan hanya 32 persen sperma normal lebih rendah daripada pria yang makan lebih sedikit (kurang dari 0,5 porsi per hari).
Selain jumlah sperma yang lebih rendah, volume ejakulasi mereka juga lebih rendah dengan persentase sperma normal yang lebih rendah, demikian seperti dilansir dari Timesofindia, Rabu (1/4/2015).
"Jadi, kami menemukan bahwa mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran dengan residu pestisida yang rendah lebih menguntungkan. Oleh karena itu, cobalah untuk memiliki produk organik atau menghindari produk yang diketahui mengandung banyak pestisida," saran para penulis. (yac)
(Santi Andriani)