Sulitnya Pengolahan, Bikin White Tea Lebih Mahal

Oris Riswan, Jurnalis
Minggu 08 Maret 2015 16:01 WIB
Teh putih (Foto:Teastore)
Share :

TEH putih atau white tea mungkin sudah sering kita dengar, namun kebiasan mengonsumsinya masih terbilang rendah, ketimbang teh hijau atau varian teh melati. Salah satu alasannya karena harganya yang jauh lebih mahal.

Teh putih rata-rata dibanderol dengan harga tinggi. Untuk 100 gram teh putih, bisa dihargai lebih dari Rp500 ribu. Lalu apa alasannya sehingga teh putih begitu mahal?

Ifah Syarifah Hendrayati, pemilik rumah usaha Arafatea, menuturkan, salah satu alasan mengapa teh putih cenderung lebih mahal, yaitu karena proses pengolahannya yang cukup rumit. Bagian teh yang diambil untuk membuat teh putih, yaitu hanya bagian pucuknya yang belum mekar. Prosesnya pemetikannya pun tidak boleh terkena tangan secara langsung, bahkan saat mengolahnya agar bisa dikonsumsi.

"Waktu memetiknya juga antara pukul 05.30 WIB sampai 09.00 WIB. Karena kalau sudah lama terkena sinar matahari, pucuknya itu pasti mekar," tutur kepada Okezone di Bandung, Jawa Barat.

Ia melanjutkan, untuk satu hektar kebun teh, hanya bisa dihasilkan sekira satu kilogram teh putih. Setelah dipetik, teh putih pun diolah dengan cara alami. Proses pengeringannya secara alami, hanya boleh dari panas matahari. Bukan dikeringkan dengan mesin.

Menilik proses pengolahannya yang demikian, tak heran jika harga teh putih mau tidak mau harus dihargai lebih tinggi. Sehingga wajar ketika teh putih menjadi primadona di antara teh lainnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya