TERKADANG orangtua panik saat melihat bayinya gumoh. Namun seorang ahli mengatakan gumoh adalah hal normal terjadi pada setiap bayi.
Gumoh disebabkan, perut bayi yang sangat kecil, sehingga ia hanya dapat menolerir sedikit makanan. Saat bayi tumbuh, lambungnya juga tumbuh, sehingga gumoh akan mulai berkurang, jelas Dr Josephine Dlugopolski-Gach, Asisten Profesor Departemen Pediatri di Loyola University Chicago Stritch School of Medicine.
Sfingter esofagus atau katup yang membuat isi perut kembali naik juga tidak berfungsi penuh pada bayi, tambahnya, seperti dilansir dari Health 24, Sabtu (7/3/2015).
"Bayi biasanya mulai berhenti meludah setelah enam bulan. Ketika itu, otot-otot perut dan katup yang membuat makanan tidak kembali naik dari perut. Juga, ketika bayi mulai makan makanan yang lebih padat dan duduk, meludah akan banyak berkurang," kata Dlugopolski-Gach.
Anda dapat mengurangi bayi gumoh dengan cara membuatnya bersendawa setiap lima sampai 10 menit setelah pemberian makan. Caranya dengan menegakkan bayi Anda selama beberapa menit setelah makan dan dengan menempatkan bayi di kursi mobil atau ayunan selama 30 menit setelah makan, saran Dlugopolski-Gacg.
(Renny Sundayani)