"Apa mungkin ada kelalaian, apakah di produsen atau di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan-red). Appoval kan di BPOM, atau di RS sebelum digunakan dokter sebagai operatornya, rantainya cukup panjang. Quality control harus semua rantai, semua titik tidak bisa lepas," tegasnya.
Ia menambahkan, di tingkat klinik, kejadian tersebut paling tidak menguatkan mental para dokter. Setiap klinik, lanjutnya, dituntut harus profesional, tak bisa asal-asalan.
"Harus profesional demi keamanan pasien. Memang berat, kalaupun itu ada sisi pidananya misalnya, lalai out of the control ini jadi cambuk buat kita, sebab harus mempertanggungjawabkan," tegasnya.
(Renny Sundayani)