Menurut pria yang merupakan generasi ke delapan dari komunitas China Benteng ini, tidak semua rumah menyimpan abu leluhur.
Sehingga rumah keluarga yang menyimpan abu leluhur ini dikunjungi saudara-saudara yang merupakan bagian dari keluarga. Mereka berkumpul di satu rumah sekaligus sebagai ajang bertemunya sanak saudara yang jauh.
Namun, selain sembahyang dengan abu leluhur di rumah, para saudara dan keluarga juga dapat berkumpul pada hari Cheng Beng.
Hari Cheng Beng adalah berkumpulnya para keluarga di pemakaman untuk melakukan upacara penghormatan kepada keluarga yang telah meninggal. “Seperti sembahyang Cheng Beng juga sebagai ajang untuk reuni keluarga,” tutup Tjin Eng.
(Johan Sompotan)