Mitos Stretch Mark yang Wajib Diketahui

Sofia Astarina, Jurnalis
Kamis 05 Februari 2015 16:10 WIB
Mitos strech mark (Foto: Moval)
Share :

STRETCH mark tak hanya terjadi di kalangan wanita hamil saja. Namun stretch mark juga bisa terjadi pada ibu muda. Selama ini penyebab strech mark selalu dikaitkan dengan kenaikan berat badan.Dan nyatanya, mitos seputar stretch mark yang disebabkan oleh berat badan kerap beredar di kalangan wanita.

Tahukah Anda bahwa faktor berat badan tidak ada hubungannya dengan stretch mark? Baik wanita yang memiliki berat badan kurus atau gemuk, mereka berpotensi memiliki stretch mark.

Dilansir dari Timesofindia, Kamis (5/2/2015), Para ahli mengatakan bahwa, ketika mengalami berat badan, stretch mark bisa tiba-tiba muncul. Hal ini disebabkan adanya serat yang terdapat di bawah kulit Anda.

Perlu diketahui, wanita hamil pada umumnya lebih rentan terhadap stretch mark, hal ini dikarenakan perut mereka berkembang lebih cepat, pada saat mereka melewati trimester kedua atau dengan masa kehamilan yang terjadi pada 13 sampai 28 minggu. Dan daerah yang biasanya rentan terjadi stretch mark adalah perut, pantat dan payudara.

Sementara itu, beberapa ahli mengatakan walaupun belum ada bukti konklusif untuk membuktikan hal tersebut , stretch mark bisa terjadi dikarenakan faktor turun temurun. Untuk mengatasinya, kini ada obat yang mampu mengobati stretch mark.

Biasanya, obat tersebut berupa krim yang bekerja untuk memudarkan stretch mark, namun tidak menghilangkannya. Jika Anda sedang hamil, konsumsi air putih dan hindari penggunaan krim yang mengklaim mampu menghilangkan stretch mark, karena hal tersebut dipercaya tidak akan bekerja.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya