Seorang jurnalis dari The Sunday Times, Susan D’Arcy mengatakan keadaan ini tidak seperti 20 tahun lalu saat dirinya pertama kali berkunjung ke Bali.
“Mereka (Bali) tidak memiliki semua itu pada 20 tahun lalu,” ujar Susan dikutip Sundaytimes, Selasa (27/1/2015).
Popularitas yang melanda Bali, menurutnya, dinilai memiliki efek mengkhawatirkan pada sektor-sektor tertentu, khususnya masyarakat setempat dan penilaian dari turis yang berkunjung.
Meskipun ini berarti bahwa perkembangan pariwisata di Indonesia mulai maju, namun turis merasakan ketidaknyamanan akan kepadatan itu.
Kebanyakan turis asing lebih menyukai tempat wisata yang sepi dan masih alami. Dengan kondisi Bali seperti sekarang ini, mereka beralih ke pantai-pantai lain yang ada di wilayah Indonesia dan meninggalkan Bali.
(Renny Sundayani)