Minyak zaitun mengandung sumber sebanyak 30 senyawa fenolik. Diterbitkan dalam Nutrition Research pada bulan Juni tahun 2005, kandungan minyak Zaitun diuji sebagai hydroxytyrosol dan oleuropein. Hasilnya kandungan tersebut mampu mengatur sistem kekebalan tubuh dan menjaga dari penyakit kanker yang disebabkan rusaknya mikroorganisme dalam tubuh.
Studi lain yang diterbitkan dalam ACS Chemical Neuroscience tahun 2013 menunjukkan, senyawa fenolik lain dalam minyak zaitun yang disebut oleocanthal, memiliki sifat melindungi saraf dan juga penyakit Alzheimer.
Apakah menggunakan minyak zaitun aman untuk memasak?
Sebagian orang berasumsi bahwa memasak menggunakan minyak Zaitun, tidak aman karena kandungan asam lemak yang mampu mengoksidasi dan memicu karsinogenik. Sebuah studi menunjukkan bahwa minyak yang tinggi lemak tak jenuh tunggal seperti yang dikandung minyak zaitun, cukup tahan terhadap panas.
(Renny Sundayani)