Batik Mega Mendung Diklaim Turki, Kemungkinan Strategi Pemasaran

Ainun Fika Muftiarini, Jurnalis
Jum'at 09 Januari 2015 16:53 WIB
Heboh klaim Turki terhadap motif Mega Mendung (Foto: Twitter)
Share :

MASYARAKAT Indonesia dihebohkan kabar bahwa Turki mengklaim motif batik mega mendung, seperti ramai pada media sosial. Hal ini turut mengundang perhatian desainer Yosafat Dwi Kurniawan.

Yosafat Dwi Kurniawan, desainer yang mengangkat batik mega mendung di Paris Fashion Week, mengatakan bahwa klaim tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya. Pasalnya, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari otoritas Turki.

"Setahu aku, tekstil turki itu tidak ada kemiripan dengan Indonesia. Mereka lebih (produksi) karpet. Jadi, bukan orang Turki yang usil," katanya kepada Okezone melalui sambungan telefon, Jumat (9/1/2015).

Yosafat menambahkan, jika blus dilabeli “Turki Limited Edition”, bisa saja merupakan bagian dari strategi pemasaran butik Mark Spencer di Champ Elysees Paris, Prancis. Dia menilai wajar karena butik tersebut tidak tahu jika busana yang ditawarkannya memiliki motif asli Indonesia.

"Kita tidak boleh menyalahkan luar negeri terus. Mungkin saja mereka tidak tahu, lantas disebut Turki. Kalau di Eropa itu marketing strategy. Penambahan label Turki bisa saja agar lebih terdengar eksotis," terangnya.

Lebih lanjut, Yofasat menegaskan pentingnya sosialisasi terhadap budaya lokal. Tujuannya agar masyarakat internasional bisa lebih menghargai dengan apa yang Indonesia miliki.

"Jadi, tugas kita yang harus memberi edukasi tentang karya lokal. Kita juga harus lebih agresif dalam promosi," tutupnya.

Para pengguna media sosial di Indonesia tengah ramai membicarakan batik mega mendung. Semua berawal dari Path, di mana seorang netizen bernama Inggrid mem-posting sebuah foto butik yang memajang blus batik.

Blus batik berwarna biru gelap tersebut memiliki motif mega mendung. Yang menjadi bahan pembicaraan yang ramai di kalangan netizen, blus tersebut diberi label tulisan "Turki Limited Edition".

"Latepost!..bbrp hari yang lalu, nemuin blouse batik Megamendung Cirebon ini butik Mark Spencer Champ elysees Paris dan dlm label baju tersebut ditulis: Turki Limited Edition. Subhanallah atau MasyaAllah??? Batik megemendung definitly Indonesia heritage product, meski diekspor ke luar negeri kyknya kt harus terus berupaya untuk mensosialisasikan produk Indonesia supaya warga dunia tau bahwa produk yang mereka beli di luar negeri (Italy, Paris, dll) adalah produk kebudayaan Indonesia..bukan begituu para praktisi kerajinan," tulis Inggrid.

(Ainun Fika Muftiarini)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya