BERITA terbaru kecelakaan pesawat jatuh AirAsia QZ 8501 sangat menggemparkan dunia. Sebanyak 155 korban hilang dan ditemukan jasadnya mengambang di permukaan laut Pangkalan Bun, Perairan Selat Karimata.
Dengan melihat kondisi tersebut, sekiranya dapat diperkirakan kapan jasad yang diduga korban tersebut mulai mengapung.
Menurut Dr. John Whittington dan Mark Williams dari National Underwater Rescue-Recovery Institute, suhu air dan kedalaman laut dapat digunakan untuk mengestimasi waktu tubuh mayat dapat mengapung di permukaan air.
Informasi yang dipublikasikan dalam situs Pawsoflife, menyatakan bahwa korban yang tenggelam di air akan mengapung saat suhu air laut menghangat. Kemudian, bila korban jatuh ke dalam laut yang memiliki kedalaman kurang dari 30 meter akan dapat mengapung akibat tekanan dan temperatur air.
Dalam informasi yang mereka tulis dalam susunan tabel, bila suhu air rata-rata mencapai 70 derajat fahrenheit atau 21 derajat celsius, maka waktu korban tenggelam untuk mengapung bisa mencapai tiga – tujuh hari. Sementara, bila suhu air berkisar antara 26 derajat atau lebih hangat, korban tenggelam dapat mengapung hanya dalam waktu satu-dua hari.
Sejauh ini, pihak penyelamat seperti TNI AL dan Basarnas telah menyatakan keberadaan pesawat yang hilang sejak tiga hari lalu, 95 persen berada di titik perairan Selat Karimata yang memiliki kedalaman 25 - 30 meter.
(Renny Sundayani)