SEORANG presenter televisi China menolak kemoterapi untuk menyelamatkan anaknya yang belum lahir. Akibatnya, nyawanya tidak tertolong lagi, dan kini memicu perdebatan masyarakat melalui media sosial.
Qiu Yuanyuan meninggal pada Rabu lalu dalam usia 26 tahun, setelah 100 hari setelah melahirkan anaknya. Ini menjadi perhatian dan menarik simpati masyarakat, mengingat kematiannya juga bertepatan dengan perayaan 100 hari kelahiran yang merupakan tradisi kebudayaan Tiongkok.
Sejumlah netizen menganggap keputusannya sebagai kesalahan besar. “Bagi saya, tidak baik kalau ia menyerah begitu saja pada nasibnya, bahkan bila cintanya pada anak begitu besar. Hidup anak tidak akan berarti apa-apa tanpa kasih sayang ibu,” tulis seorang netizen di media sosial.
Qiu, yang berasal dari provinsi tengah Henan, diberitahukan bahwa ia hamil pada bulan Maret lalu. Namun harapan bahagianya berubah menjadi putus asa setelah ia didiagnosis mengidap kanker rahim stadium akhir, sebagaimana dilansir dari Asiaone, Minggu (14/12/2014).
Qiu memutuskan untuk menghentikan terapi pengobatan kanker untuk mencegah bayinya dari efek samping keomoterapi, dan kankernya pun segera menyebar. Seiring dengan kondisinya yang memburuk, ia dirawat di rumah sakit pada bulan September setelah berhasil melahirkan anak laki-lakinya.
"Bahkan kemoterapi tidak dapat menyembuhkan kanker, bukan? Jadi ia lebih memilih cara ini, bijaksana dan tak berdaya. Cinta ibu memang begitu besar," ujar netizen lainnya.
(Renny Sundayani)