“Kuil Shunkoin menentang segala bentuk pelanggaran HAM di dunia. Tidak ada agama yang mengajarkan bagaimana membenci orang lain. Agama mengajarkan bagaimana mencintai dan menghormati orang lain,” tulisan pada laman situs Kuil Shunkoin.
Pendeta Takafumi Kawakami mengatakan layanan pernikahan mereka, “Kami menyambut setiap pasangan terlepas dari iman mereka atau orientasi seksual,” ujarnya dikutip dari Rocketnews24, Selasa (9/12/2014).
Bahkan, kuil resmi mulai memberikan pernikahan gay pada 2011, tetapi mengingat sifat konservatif Jepang, layanan belum dipublikasikan secara luas atau diakui di sini. Tetapi kuli bekerja keras untuk menarik pasangan dari luar negeri, baik melalui situs berbahasa Inggris mereka, atau melalui kemitraan dengan Hotel Granvia Kyoto dan operator tur Out Asia Travel yang menawarkan 10 hari paket tur pernikahan.
(Renny Sundayani)