“Kalau kita lihat di Jakarta atau kota-kota besar lainnya, banyak desainer yang sudah punya label baru, khusus untuk produk yang mass productions. Alasannya sederhana, pasar menuntutnya demikian. Kalau kita bertahan dengan yang eksklusif, siapa yang mau beli?” lanjutnya.
Menurutnya, banyak faktor yang menyebabkan kebutuhan akan cara berpakaian mulai berubah saat ini.
“Gaya busana pesta masyarakat Indonesia sudah mulai sederhana dan tidak ingin terlihat gonjreng. Faktor kepraktisan, ekonomi yang meningkat, dan kebutuhan yang mulai tidak neko-neko merupakan faktor yang membuat wanita saat ini sudah mulai bergeser memilih pakaian yang ready to use,” tutup Harry. (tty)
(Fitri Yulianti)