Sedangkan ketiga Tari Legong Kuntul. Tari Legong Kuntul menceritakan tingkah laku burung-burung kuntul di sawah. Burung-burung itu minum dan mengistirahatkan sayap mereka yang lelah.
Selain ketiga tarian di atas, Bengkel Tari Ayu Bulan menampilkan dramatari Smaradahana. Dramatari Smaradahana ini merupakan gubahan Bulantrisna Djelantik, sang maestro tari legong Indonesia, yang diadaptasi dari Kekawin Smaradahana karangan Mpu Dharmaja di abad 12 Masehi.
Dramatari Smaradahana berkisah tentang Semara yang ingin mengusir kekuatan hitam di kahyangan. Namun ia dihalangi istrinya, Ratih. Kedua sejoli ini akhirnya gugur dimusnahkan Siwa. Kemudian abu keduanya disebarkan ke dunia menjadi benih cinta kasih dalam hati manusia.
(Johan Sompotan)