Tidak Sadar Ciri Khas Tari Legong

Helmi Ade Saputra, Jurnalis
Minggu 30 November 2014 19:00 WIB
Tari Legong Langka di Indonesia (Foto: Infokebali)
Share :

TARI Legong ditarikan wanita dalam keadaan tidak sadar. Awalnya, Tari tradisional Bali ini  dipadu kesenian Jawa Kuno.

Hal tersebut diungkapkan Maestro Tari Legong, Bulantrisna Djelantik. Wanita kelahiran Deventer, Belanda, 8 September 1947 ini menceritakan Tari Legong ditarikan dalam kondisi tidak sadar atau disebut Sangyhyang Dedari.

“Gerakannya kiri-kanan, badannya melengkung-lengkung dicampur gerakan gambuh. Gambuh itu tarian yang sudah ada, di mana tarian ini berasal dari Majapahit karena memakai bahasa Jawa kuno atau Kawi,” ungkapnya kepada Okezone di Dapoer Ciragil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

“Jadi, berdasarkan dua tarian ini menurut pengama timbulah tari Lenggong, di mana gerakan-gerakan Sanghyang maupun gerakan Gambuh yang sangat meditatif, karena sedikit lambat seperti melambai,” tambahnya.

Namun, menurut Bulantrisna Djelantik, gerakan Tari Legong beubah menjadi lebih cepat dan menghentak. Hal ini karena Tari Legong menyesuaikan dengan perkembangan gamelan yang disebut Gamelan Pelegongan.

“Jadi, gerakan tariannya cepat, lebih dinamis dan banyak patah-patahnya. Jadi, gerakan Tari Legong itu antara lengkung dan patah-patah,” pungkasnya.

(Johan Sompotan)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya