BERDASARKAN teori, Tari Legong lahir dari mimpi seorang Raja di Bali. Awalnya, Tari legong ditarikan indah gadis kecil yang kesurupan.
Hal tersebut diceritakan Maestro Tari Legong, Bulantrisna Djelantik. Seniman tari yang juga berprofesi sebagai dokter THT ini mengatakan, Tari Legong berasal dari tari ritual intrans atau dalam keadaan tidak sadar yang disebut Sanghyang Dedari.
“Jadi ada tarian dilakukan gadis kecil, di mana dengan lagu-lagu monoton dia tertidur, tetapi kemudian menari sangat indah padahal tidak bisa menari sebelumnya, seperti kerasukan, ” ungkapnya kepada Okezone di Dapoer Ciragil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Bulantrisna Djelantik mengungkapkan gadis kecil seperti memiliki super power, karena bisa menaiki punggung orang dewasa padahal orang dewasa tersebut bergerak sembari berjalan-jalan.
“Pokoknya aneh, karena saya pernah lihat. Menarinya dalam kondisi tidur, dan itu namanya Sanghyang Dedari. Gerakannya memang kiri-kanan, badannya melengkung-lengkung dicampur gerakan-gerakan gambuh,” tuturnya.
Berdasarkan histori, Tari Legong berusia 200 hingga 300 tahun dan salah satu teori mengatakan, tarian tradisional Bali ini lahir dari mimpi seorang Raja I Dewa Agung Made Karna di Sukawati, Gianyar, Bali. Raja I Dewa Agung Made Karna sendiri bertahta dari tahun 1775 sampai 1825 Masehi.
(Johan Sompotan)