TARI Legong merupakan tarian tradisional Bali yang terkenal hingga penjuru dunia. Tetapi, tahukah sejarah awal kelahiran Tari Legong?
Maestro Tari Legong, Bulantrisna Djelantik menceritakan Tari Legong sudah berumur 200 sampai 300 tahun. Bulantrisna mengatakan, secara historis salah satu teori lahirnya Tari Legong adakah berawal dari mimpi seorang Raja.
“Jadi, ada Raja di Sukawati, daerah dekat Ubud, Gianyar bernama I Dewa Agung Made Karna yang bertahta dari 1775 sampai 1825 Masehi yang bermeditasi. Dalam meditasinya dia (Raja) melihat dua penari dengan pakaian gemerlap keemasan turun ke bumi,” ceritanya kepada Okezone di Dapoer Ciragil, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, baru-baru ini.
Lanjut bercerita, Bulantrisna mengatakan, berdasarkan mimpi tersebut sang Raja memanggil dan mengumpulkan guru-guru tari yang sudah handal untuk membuat tarian. Setelah Raja meminta kepada para guru-guru tari untuk membuat suatu tarian, maka munculah tarian yang dinamakan Legong.
“Jadi, Tari Legong ini berasal dari tari ritual intrans. Bila diartikan intrans adalah dalam keadaan tidak sadar atau kita mengenalnya dengan sebutan Sanghyang Dedari,” pungkasnya.
(Johan Sompotan)