BUKAN perkara mudah menjadi salah satu juri di Junior MasterChef Indonesia Season 2. Dalam kompetisi memasak khusus anak-anak ini, perlakuan khusus dalam mengomentari peserta juga harus diperhatikan.
"Karena saya berhadapan dengan anak-anak, sebisa mungkin penyampaian komentar akan jauh lebih halus," jelas Chef Marinka di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta, Jumat (28/11/2014).
Chef Marinka (Foto: Okezone)
Menurut chef cantik berusia 34 tahun ini, cara berbicara dan memberi berkomentar itu penting. Karena mood anak-anak mudah berubah, untuk itu bahasa yang digunakan harus diperhatikan agar tidak "nyelekit".
"Seperti contoh berikut ini, misalnya jika mengomentari makanan yang dipresentasikan peserta terasa hambar. Jangan gunakan kata seperti 'ini kayaknya kurang asin deh', tapi pakai bahasa yang tidak menyakiti, seperti 'makanannya sudah enak, tapi akan lebih pas kalau ditambahkan garam lagi'," pungkasnya. (yac)
(Tuty Ocktaviany)