WANITA ini memiliki kondisi yang langka, yaitu bisa 180 orgasme hanya dalam waktu dua jam. Wanita asal Arizona mengatakan, kondisi langka tersebut sangat merusak kehidupannya sebagai ibu rumah tangga.
Ia di diagnosa memiliki kondisi yang dinamakan stimulasi genital spontan tiga tahun lalu. Ia menjadi sangat tertutup setelah orgasme spontan di supermarket, di sekolah bahkan di taman bermain.
Anaya Carlis yang miliki putra 10 tahun ini, sekarang sangat menghindari berada di ruang terbuka dan malu untuk mengatakan kondisinya yang memalukan. "Ini memalukan dan membingungkan," katanya.
"Ketika saya berada dekat dengan anak-anak. Dan saya merasa seperti cabul karena saya tak bisa menahan kondisi tersebut pada waktu bersamaan,"
"Jadi bisa dibayangkan saya tak bisa membantu anak-anak saya di kelas dan mengikuti perjalanan sekolah, karena anak-anak tidak mengerti kondisi itu," Seperti yang dilansir dari Dailymail.
"Bahkan saat di sekolah saya khawatir karena gairah itu muncul. Saya hanya harus tinggal di dalam mobil sampai anak-anak selesai sekolah atau mencoba untuk menutupinya,"
"Ini telah menghancurkan kehidupan saya dan anak-anak. Karena saya merasa terlalu kotor untuk menjadi bagian itu. Kami ingin dia menjadi anak normal, tapi pada saat yang sama, ia tidak dapat miliki teman karena ibu mereka miliki kondisi ini"
"Dan yang terburuk adalah saya tidak bisa menjelaskan kepadanya karena ia terlalu muda"
Dia menceritakan saat berbelanja tiga tahun lalu. Saat itu ia berjalan di toko dan tiba-tiba ia menemukan dirinya terangsang oleh segala sesuatu yang dilihatnya. Lalu mencium dan menyentuhnya. Kemudian ia mulai panik, karena gairah itu terlalu kuat, hingga ia jatuh ke lantai dan orgasme berkali-kali.
"Itu salah satu orgasme paling intens yang pernah saya miliki dan itu tanpa bantuan," katanya.
"Saya takut dan bingung, aku hanya berlari keluar dari toko dan saat pulang aku terus orgasme,"
Anaya telah mencoba segalanya untuk menyembuhkan kondisinya termasuk mandi dengan air dingin, mengubah pola dietnya, olahraga, tapi tidak ada yang berhasil.
Dr. David Goldmeier seorang ahli pengobatan seksual di Imperial College di London mengatakan, gangguan gairah kelamin persisten adalah kondisi yang baru dikenal, dimana penderitanya mengeluh jangka waktu stimulasi genital yang tidak berhubungan dengan hasrat seksual.
Penderita PGAD mengalami gangguan dimana ia tak bisa berhenti untuk orgasme. Gairah ini bisa bertahan selama berjam-jam, berhari-hari bahkan lebih lama.
"Ini bisa sangat menyedihkan bagi seorang wanita dan meskipun upaya untuk meringankan dengan aktivitas seksual atau orgasme, ini sering tidak membantu atau dapat memperburuk gejala.
'Spontan stimulasi genital sangat umum tetapi para wanita yang tidak bisa mengendalikan gairah.
"Saya melihat sekitar 20 wanita per tahun dengan kondisi ini, mungkin yang biasa seperti satu dalam 100 kita tidak tahu.
"Kadang-kadang dapat mengatasi sendiri, tidak ada obat tetapi ada beberapa cara untuk mengelola gejala seperti meditasi dan latihan dasar panggul bersama dengan obat penghilang rasa sakit bagi pasien."
(Renny Sundayani)