KARTU Indonesia Sehat (KIS) adalah salah satu kartu jaminan sosial yang baru-baru ini diluncurkan oleh Presiden Joko Widodo. KIS ini merupakan program penerus dari BPJS. Seiring dengan sosialisasi pemerintah tentang KIS, bisakah kartu saksi ini disalahgunakan?
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Dr. Zaenal Abidin, SH, MH., mencoba melihat langkah tersebut dari sisi ekonomis dan praktis. Penggunaan kartu pada program KIS menurutnya, selangkah lebih mundur daripada BPJS.
“Yang saya tahu BPJS itu sudah tidak ingin menggunakan kartu karena itu lebih murah. Kenapa tidak menggunakan KTP saja? Toh, ada sidik jari yang diambil saat kita membuat KTP. Kalau yang belum punya, baru dibuatkan kartu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Pusat IDI, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
Menurutnya, ini akan mencegah praktek pemalsuan dari penggunaan kartu jaminan kesehatan tersebut. Zaenal pun mengakui ia lebih salut dengan program BPJS yang telah 11 bulan ini dicanangkan di Indonesia. “Saya salut lah dengan pemikiran BPJS,” pungkasnya.
(Renny Sundayani)