Lebih lanjut, Riana bercerita bahwa sekarang ini pemerintah menerapkan dumping bahkan dalam industri mode. Barang-barang impor terutama dari China makin banyak berdatangan dalam harga yang terjangkau. Menurutnya, inilah yang membuat masyarakat memilih untuk menggunakan produk luar daripada produk lokal. Jika hal ini ingin selalu diterapkan, maka perlu adanya peningkatan kualitas dalam segi produk.
"Kalau pemerintah mau dumping harus dipastikan kualitasnya benar-benar bagus. Seperti di Jepang misalnya, ada baju yang benar-benar bagus dan tidak bisa ditemukan di tempat lain. Kalau ada kebijakan dumping masyarakat pasti mau beli sekalipun harganya lebih mahal," tutur Riana.
Terlepas dari hal tersebut, Riana kini mengaku bahwa sudah ada buyer yang memberikannya penawaran kerjasama. Namun hingga saat ini pihak buyer baru memberikan perjanjian atau agreement dan siap untuk berbicara dengan Riana untuk bisnis yang lebih serius.
"Buyer sudah ada yang memberikan agreement kepada saya yaitu dari Kuala Lumpur. Karena memang baju saya lebih ke Asia. Mereka tertarik dengan gamis saya yang terbuat dari bahan kaus," terangnya.
Untuk label Ree, Riana membuat tiga macam busana yang sehari-harinya memang dikenakan oleh para wanita. "Untuk Ree sendiri kami punya tiga koleksi yaitu untuk office, kasual, dan Cirebon chic yang berupa batik cirebon dibuat langsung oleh pengrajin cirebon. Harganya berkisar dari 7-15 dollar," tutupnya.
(Ainun Fika Muftiarini)