Menurut Lily, kedepan pihaknya akan lebih mengefektifkan pelayanan terhadap masyarakat dalam membentuk keluarga bahagia dan sejahtera, dengan dua anak cukup. Untuk membentuk itu, ada sebuah terobosan atau new inisiatif.
"Seperti program generasi berencana, bina keluarga balita, bina keluarga lansia, dan bina keluarga remaja. Dari empat program itu diharapkan, dalam satu keluarga si balita bisa tumbuh jadi anak sehat dan cerdas, terus pada remaja berkualitas," ucapnya.
Disusul dengan penundaan perkawinan menjadi 21 tahun untuk wanita, bukan lagi menikah pada usia muda. Sedangkan untuk para lansia tetap produktif dan aktif.
"Jadi intinya, kami tidak hanya fokus pada pelayanan KB, melainkan juga ingin membentuk keluarga sejahtera dan remaja mengerti usia perkawinan," tandasnya.
(Renny Sundayani)