IKLAN rokok kini semakin ekspansif, baik di jalan-jalan, di media televisi ataupun mensponsori berbagai acara musik dan olahraga. Iklan yang kian gencar tersebut menimbulkan keinginan pada remaja untuk memulai merokok.
Menurut Koordinator Advokasi Kebijakan Pengendalian Tembakau Komisi Nasional Perlindungan Anak, Dina Kania sebanyak 200 ribu penduduk Indonesia setiap tahun meninggal dunia akibat rokok.
"Rokok mengancam generasi bangsa Indonesia. Membunuh 200 ribu orang per tahun atau 548 orang per hari," kata dia dalam diskusi soal bahaya rokok bagi kesehatan di depan seratus pelajar SMP se-Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini
Menurut Dina, jumlah perokok Indonesia menduduki peringkat ketiga di dunia. Peringkat pertama perokok terbanyak di dunia adalah China disusul kemudian India. "Indonesia ada di peringkat ketiga. Peringkat keempat adalah Amerika dan kelima adalah Rusia," ujar Dina menambahkan.