Waspada, Sering Pendarahan di Feses Berujung Kanker Usus

Erika Kurnia, Jurnalis
Rabu 29 Oktober 2014 16:09 WIB
Pemeriksaan feses rutin cegah kanker (Foto: Nutricion)
Share :

PEMERIKSAAN feses atau tinja sering dilakukan untuk memeriksa adanya gangguan atau penyakit dalam tubuh. Salah satunya adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit kanker usus besar atau yang disebut dengan kanker kolorektal.

Kanker kolorektal adalah kanker yang muncul pada sel-sel di usus besar atau kolon. Kanker ini dapat terjadi mulai dari pangkal usus besar, namun umumnya terjadi di daerah rektum yang berujung di anus, di mana hasil akhir feses atau tinja terbentuk. Kondisi tersebut membuat feses menjadi salah satu indikator untuk pengecekan kanker kolorektal.

Menurut Prof. Dr. dr. Arry Harryanto, SpPD KHOM., pendarahan pada feses menjadi salah satu gejala gastrointestinal saat seseorang telah mengidap kanker kolorektal.

"Gejala yang paling penting dari kanker ini adalah pendarahan di feses, gampang diare, berat badan menurun, kehilangan nafsu makan, dan mudah berkeringat," tuturnya saat menjelaskan kanker kolorektal di Hotel Intercontinental, di Jalan Sudirman, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Kanker kolorektal adalah tiga besar kanker yang banyak terjadi di dunia setelah kanker payudara dan paru-paru. Berbagai faktor dapat mempengaruhi munculnya kanker ini, di antaranya, faktor usia, kelainan genetik (mutasi gen), riwayat keluarga, polip, dan penyakit kronis seperti diabetes tipe 2. Pola hidup dan makan yang tidak sehat juga meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

"Sebaiknya siapa pun rutin memeriksakan feses, setidaknya setahun sekali, untuk mencegah kanker jenis ini sejak dini. Pemeriksaan feses ini terbilang murah, jadi seharusnya tidak ada halangan untuk ini," pungkasnya.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita Women lainnya