“Setelah calon menteri yang telah dipertimbangkan dengan matang, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui kondisi kesehatan yang sebenarnya,” imbuhnya.
Dalam hal ini, lanjutnya, dana yang besar juga dibutuhkan untuk proses pemeriksaan kesehatan. Tapi, dana itu tak seberapa nilainya dibanding harus merawat seorang menteri yang sakit. Apalagi kalau harus dirujuk ke luar negeri.
“Jika hal ini tidak memungkinkan, bisa saja diminta bagi calon menteri untuk menyertakan hasil check up kesehatan yang terbaru dari rumah sakit yang ditunjuk. Tentu kita tidak akan terjeblos dalam lubang yang sama pada kabinet sebelumnya,” tutupnya.
(Renny Sundayani)