SEBUAH fashion show telah dilarang digelar di Iran. Larangan ini berlaku hingga panitia menerima pemberitahuan lebih lanjut untuk memamerkan busana dengan variasi bendera Iran.
The House of Fashion membuat pagelaran dengan tema Piala Dunia pada akhir Juni lalu. Mereka mengirimkan model-model wanita untuk berjalan di runway dengan busana yang diambil berdasarkan warna bendera Iran dan emblem dari tim nasional Iran.
Pejabat Kementerian Kebudayaan dan Bimbingan Islam Iran, Hamid Ghobadi, membuat pernyataan tegas, sekian pekan usai peragaan busana tersebut. “Perusahaan tidak memiliki otorisasi untuk acara ini. Ini tidak dapat dilanjutkan hingga pemberitahuan lebih lanjut,” katanya, seperti dikutip Yahoo dari surat kabar Shargh, Senin (14/7/2014).
Desain busana yang dibuat oleh agensi Violet ini sebenarnya tidak menunjukkan kaligrafi seperti pada bendera Iran. Dengan kritik yang melarang desain tersebut, juga kehadiran pria yang tidak berhubungan dalam acara itu, Presiden House of Fashion, Javad Shirazi, berusaha untuk meminimalisir insiden.
“Kami tidak menggunakan bendera dengan huruf Allah, kami hanya menggunakan warna bendera,” ucap Shirazi. Ia menambahkan bahwa pakaian tersebut dibuat dengan maksud untuk dikenakan dalam stadion.
Violet, yang mengklaim diri sebagai agensi model pertama Iran, juga telah dilarang, berdasarkan laporan tersebut. Iran juga telah melarang para penggemar olahraga dari kalangan wanita mendekati stadion sepakbola. Pemerintah beralasan melindungi warga negaranya untuk melawan atmosfer vulgar yang dibuat oleh penonton, yang kebanyakan pria.
(Fitri Yulianti)