PENYELENGGARAAN Indonesia Fashion Week (IFW) selalu memberi inspirasi para pelaku industri kreatif di bidang mode. IFW ingin sekali para desainer Indonesia memerhatikan lingkungan, tidak sekadar membuat karya.
Direktur IFW Dina Midiani mengatakan bahwa para desainer harus mampu bergerak dan peduli terhadap lingkungan. Sisa bahan bisa didaur ulang untuk membuat busana baru yang memiliki cita rasa fashion yang tinggi.
"Kami juga genjot para desainer untuk peduli lingkungan. Misalnya, sisa bahan tidak dibuang bisa digunakan untuk keperluan fashion lainnya, misalnya aksesori atau dibuat busana lagi," katanya kepada Okezone di sela Seminar Exhibitor B2B IFW di Hotel Millenium, Jakarta, Selasa (24/6/2014).
Efek rumah kaca dan pemanasan global memang isu sensitif. Inilah yang mendorong jajaran tim pelaksana IFW dan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) untuk mengkampanyekan ramah lingkungan lewat fashion dan mode. (Baca: Buyer Beri Arahan Desainer Indonesia Menuju Pasar Global)
Para desainer juga harus memberikan arahan kepada konsumennya agar peduli lingkungan lewat iklan-iklan atau promo yang mereka gaungkan. Dengan begitu, baik desainer maupun konsumen, bisa bersinergi untuk menjaga Bumi.
"Tidak hanya desainernya yang bertanggung jawab menjaga Bumi, tetapi para konsumennya juga harus diedukasi bagaimana merawat Bumi dan lingkungan," tutup desainer yang tergabung di APPMI ini.
(Fitri Yulianti)