JAKARTA - Paska tsunami yang menghantam Pangandaran 2006 lalu, kunjungan wisatawan merosot drastis. Namun kini, sejak menjadi destinasi pariwisata yang disiapkan untuk menghadapi perubahan iklim, Pangandaran berharap mampu menarik 1,5 juta wisatawan sepanjang 2014.
Bupati Pangandaran Endjang Naffandy mengatakan bahwa sejak menjadi bagian dari proyek STREAM (Sustainable Tourism through Energy Efficiency with Adaptation and Mitigation) atau Pariwisata Berkelanjutan dengan Energi Efisiensi melalui kegiatan Adaptasi dan Mitigasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama UNWTO (United Nations World Tourism Organizations), ia semakin optimistis Pangandaran mampu menarik lebih banyak kunjungan wisatawan dibanding sebelum bencana tsunami. Kerjasama sendiri berlangsung sejak 2011 hingga April 2014.
“Sangat berharap bahwa Pangandaran mampu menembus angka 1,5 juta di tahun ini, dimana proyek tersebut berakhir,” katanya kepada Okezone usai konferensi pers STREAM di Jakarta, Senin (5/5/2014).
Untuk mencapai angka tersebut, dia menambahkan bahwa Pangandaran tidak hanya akan ‘menjual’ wisata yang peduli terhadap perubahan iklim. Dirinya juga tengah menyiapkan berbagai destinasi wisata lain di Pangandaran selain pantai yang selama ini populer.
“Pangandaran bukan hanya ada pantai, tahun ini kami mulai kembangkan potensi lainnya seperti gua. Wisatawan dapat body rafting di kawasan ini, jadi tak selalu berhubungan dengan laut,” tambahnya.
Masyarakat turut diberdayakan untuk selalu melestarikan kesenian khas kabupaten yang resmi memisahkan diri dari Kabupaten Ciamis pada 22 April 2013 silam tersebut.
(Fitri Yulianti)