SAAT ditangkap KPK beberapa waktu lalu, Ratu Atut Chosiyah tampil berbeda. Dia terlihat lebih sederhana dengan busana yang dikenakan.
Menurut Sonny Muchlison, melalui pakaian yang dikenakan, ada sebuah pesan yang ingin disampaikan Gubernur Banten itu.
"Dengan pakaiannya, dia akan terkesan semakin terpuruk, sehingga akan muncul opini publik seperti kasihan," jelasnya saat dihubungi
Okezone melalui sambungan telefon, Senin (23/12/2013).
"Dia tampil lusuh tanpa
make up, padahal kalau berdandan bisa sampai dua jam," imbuh pengamat mode dan gaya hidup itu.
Seperti diketahui, saat ditangkap oleh KPK, Ratu Atut hanya mengenakan atasan motif floral dipadu dengan celana hitam dan sepatu New Balance. Tampilannya terbilang jauh dari kebiasannya sehari-hari yang mewah, meski kerudungnya memakai
scarf sebuah merek
fashion ternama.
"Pakaian yang dipakai sehari-hari adalah cara berkomunikasi dan berekspresi, tapi dengan KPK sudah pada ranah simbol politik, jadi berbeda," terangnya.
Dengan kata lain, pria yang mengajar di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) tersebut mengatakan, Ratu Atut sedang berakting melalui pakaian yang ditampilkan.
"Pakaiannya bukan simbol pribadi, tapi jadi cara dia berdrama atau berakting," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)