Alas Donoloyo Bukti Kesetiaan Abdi Dalem Majapahit

Bramantyo, Jurnalis
Minggu 03 November 2013 18:10 WIB
Hutan alas Donoloyo (Foto:Rhmfm)
Share :

JEJAK dari sisa kejayaan Majapahit di masa lampau semakin terbuka saat ini. Sebuah hutan Jati seluas kurang lebih  lima hektar yang terlelak di Desa Watusono, Kecamatan Slogohimo, jaraknya ditempuh  40 kilometer dari kota Wonogiri, Jawa Tengah, merupakan hutan yang banyak menyimpan cerita sejarah.

Hutan jati yang terkenal dengan nama Alas Donoloyo ini di dalamnya terdapat sisa pohon jati tua yang tumbuh pada masa pemerintahan  Kerajaan Majapahit, sekira 700 tahun lalu. Kayu jati yang berasal dari alas terkenal memiliki kwalitas kayu terbaik sampai saat ini. Memiliki rata-rata  panjang 10 meter, dengan garis tengah satu meter.

Saking terkenalnya, alas Donoloyo menurut cerita Masjid Demak dan Keratonan Surakarta, sewaktu membangunnya menggunakan kayu jati dari sini. Wagiyo, salah satu warga yang tinggal di sekitar hutan, menjelaskan sedikit asal usul nama Donoloyo. Namanya diambil dari nama pendiri desa ini, yakni Ki Ageng Donoloyo.

"Alas ini diberi nama sesepuh desa atau pendiri desa Ki Ageng Donoloyo. Menurut cerita yang beredar, dia prajurit Majapahit yang melarikan diri sampai ke sini," terangnya.

Ki Ageng Donoloyo adalah salah satu anggota laskar Kerajaan Majapahit. Begitu setianya kepada raja dan ingin mengabdikan hidup pada Kerajaan Majapahit, Ki Ageng Donoloyo yang kala itu tertinggal ketika mengikuti rombongan  perjalanan raja, akhirnya memutuskan untuk menetap di situ dan menanam pohon jati agar nanti suatu ketika bisa dimanfaatkan Kerajaan Majapahit.

Sampai saat ini, wilayah alas Donoloyo dikeramatkan masyarakat sekitar. Pasalnya, di sini terletak punden sebagai penanda tempat pertama kali pohon jati ditanam yang beberapa saat kemudian juga ditebang dan digunakan sebagai soko (penopang) untuk membangunan Masjid Demak.

Menurut cerita Wagiyo yang didengar secara turun temurun, banyak cerita aneh dan tak masuk akal terkait Alas Donoloyo saat mengambil kayu jati yang digunakan untuk pembangunan Masjid Demak. Terlihat bayangan ujung pohon jati Donoloyo yang kelihatan di Demak, padahal jaraknya mencapai puluhan kilometer.

"Ceritanya memang seperti itu, secara turun menurun namun untuk kebenarannya hanya Allah Yang Maha Tahu," terangnya.

Wagiyo juga menjelaskan, selama ini ada kuncen yang menjaga dan membersihkan kawasan hutan khususnya wilayah punden. "Ada yang jaga di sini Mbah Dikromo, yang sudah berusia 72 tahun lebih. Sebagai juru kunci, Dikromo tidak mendapatkan gaji, hanya menerima uang dari pengunjung Alas Donoloyo, ala kadarnya," tambahnya.

Keberadaan kayu jati di area Donoloyo terlihat kokoh, namun sejatinya sudah lapuk dimakan zaman. Di bagian barat Alas Donoloyo, kayu jati yang penuh kini berubah jadi lahan. Yang tersisa dari pohon jati peninggalan Ki Ageng Donoloyo terdapat di area punden karena masyarakat sekitar tidak berani menebangnya. Selebihnya, berubah menjadi lahan pertanian masyarakat sekitar.

(Fitri Yulianti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya