AJANG World Muslimah tentu bukan sekadar sebuah kompetisi kecantikan. Namun, ada beberapa misi yang dibawa dalam ajang tersebut.
Eka Triyatna Shanty, Founder & CEO World Muslimah Foundation mengaku, ajang ini dibentuk karena adanya keprihatinan terhadap isu gender yang terus dialami para wanita Muslim.
"Saat ini, isu gender dalam islam masih dalam perbincangan, dan bahkan diperdebatkan," ujarnya kepada Okezone di Plaza Blok M, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Karenanya, ajang tersebut menjadi semacam perjuangan untuk menyetarakan peran wanita Muslim.
"Kami ingin menyampaikan satu pesan untuk memperjuangkan kesetaraan gender dengan cara yang santun. Kesetaraan gender sebenarnya bukanlah hal yang baru, tapi sudah ada sejak zaman Alquran," ungkapnya.
Selain itu, World Muslimah juga menjadi satu bentuk apresiasi terhadap wanita. Bahkan dengan ajang tersebut, Eka berharap bisa mencetak generasi wanita muslim yang mampu berprestasi di masyarakat.
"Tujuan kami untuk mengapresiasi wanita Muslimah. Karena banyak yang di usia muda sudah menutup diri. Jadi ini bisa memberi kesempatan bagi mereka untuk eksis. At the end, we create a better a generation," terangnya.
Sementara itu, World Muslimah akan dihelat September mendatang. Hingga saat ini sudah ada 200 wanita muslim dari berbagai negara, seperti Turki, Bangladesh, Maroko, USA, Iran, Nigeria, dan Afganistan, termasuk Indonesia. Namun, jumlah tersebut diperkirakan bisa bertambah. Nantinya, para pemenang akan memperebutkan juara World Muslimah dan runner up, serta atribut di antaranya The most inspiring video, The most favorit, dan The most Al-Quran.
(Tuty Ocktaviany)