AJANG World Muslimah akan kembali digelar untuk ketiga kali. Namun tahun ini, ajang yang sebelumnya bernama World Muslimah Beauty tersebut akan hadir tanpa atribut kata Beauty.
Hal ini dilakukan dalam rangka untuk memantapkan keberpihakan World Muslimah Foundation kepada kaum
hijabers berbakat dan berprestasi yang belum memiliki banyak kesempatan.
"Tujuan kami memang untuk mengapresiasi para muslimah, karena banyak yang di usia muda sudah menutup diri. Jadi ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk eksis," tutur Eka Triyatna Shanty, Founder & CEO World Muslimah Foundation kepada
Okezone di Plaza Blok M, Jakarta Selatan, Jumat (28/5/2013).
Dari segi kontestan, ajang World Muslimah juga akan diikuti oleh wanita dari berbagai negara. Hingga saat ini saja para peserta yang mendaftar sudah mencapai 200 wanita muslim dari berbagai negara, seperti Turki,Bangladesh, Maroko, USA, Iran, Nigeria dan Afganistan, termasuk Indonesia. Namun, jumlah tersebut diperkirakan bisa bertambah.
Meski begitu, ajang ini tentunya berbeda dengan yang lain. Dari segi penilaian, misalnya. Pemilihan World Muslimah memiliki standar khusus yang harus dimiliki oleh para kontestan.
"Yang kita lihat adalah mereka bisa inspirastif, cantik luar, dan dalam. Mereka juga akan ikut karantina selama satu pekan untuk diajarkan
fashion, beauty, dan
healthy secara Islami," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)