ORANGTUA mana yang tidak ingin anaknya menjadi seorang pemimpin. Apalagi cita-cita tersebut tentunya menjadi satu hal yang sangat membanggakan.
Tapi, menjadi seorang pemimpin memang tidak semudah yang dibayangkan. Ada proses yang harus dilalui untuk mewujudkan hal itu.
"Kepemimpinan itu tidak diajarkan, tapi bisa dipelajari. Sekarang banyak sekolah
training kepemimpinan, padahal
basic untuk menjadi seorang pemimpin adalah ada orang yang mengikuti, misalnya waktu salat, lalu di belakang kita ada yang mengikuti," jelas Anies Baswedan, Rektor Universitas Paramadina dalam seminar
Peran Keluarga dalam Membangun Jiwa Kepemimpinan Anak Persembahan Shafira Foundation di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Rabu (19/6/2013).
Dengan kata lain, para orangtua diharapkan mampu membentuk karakter anak-anaknya.
""Saya rasa paling dasar yang harus dilakukan adalah memunculkan karakternya," imbuhnya.
Lantas, bagaimana cara membentuk karakter anak dengan baik?
"Tentu saja nomor satu akhlak. Ini paling fundamental. Lalu, kepercayaan. Bila Anda dipercaya, maka orang akan mengikuti. Kalau orang percaya, maka ada sesuatu yang baik. Kemudian, ajarkan juga kejujuran dan keberanian," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)