KONSISTENSI untuk mengembangkan kain lokal terus dilakukan Didiet Maulana. Melalui label Ikat Indonesia by Didiet Maulana, kali ini tenun ikat Palembang sebagai material utama.
Didiet kini jatuh hati dengan kain adati asal Palembang. Dia pun mengeksplorasi dan menerjemahkannya dalam karya cantik yang anggun nan feminin.
Keindahan itu pun dia pamerkan dalam pergelaran bertajuk Romansa Gala yang dihelat di Ballroom Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (2/5/2013).
“Romansa Gala terinspirasi dari keanggunan busana di era 1920-an yang diterjemahkan lewat karya kain tenun anak negeri," tuturnya kepada
Okezone di Grand Hyatt, Jakarta Pusat.
Koleksi Romansa Gala, sambung Didiet, mengeksplorasi kain tenun ikat dari Palembang dengan sentuhan warna lembut untuk mendukung kesan anggun dan feminin.
"Ada sentuhan warna pastel dalam karya saya kali ini dan menyuguhkan siluet bentuk tahun 1920-an," tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)