YOGYAKARTA – Keberadaan Candi Borobudur menguntungkan pariwisata Yogyakarta. Namun, warisan budaya dunia tersebut tidak lantas memajukan pariwisata Yogyakarta.
Daerah Istimewa Yogyakarta dikenal sebagai destinasi wisata budaya. Banyaknya peninggalan sejarah dan budaya yang masih dipertahankan menjadi daya tarik wisata yang dapat dibanggakan. Salah satunya kehidupan Keraton Yogyakarta, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan.
“Yogyakarta punya warisan budaya dunia. Kita punya Borobudur dan Prambanan, hampir semua orang Indonesia seumur hidupnya ingin melihat Borobudur dan prambanan. Yogyakarta diuntungkan dengan itu, mereka pasti menginap minimal satu malam, itu kan salah satu potensi pariwisata yang ada di depan mata,” kata Tazbir, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, kepada Okezone di kantornya, belum lama ini.
Ditambahkan Tazbir, keuntungan tersebut tidak lantas memajukan pariwisata Yogyakarta. Menurutnya, pariwisata Yogyakarta masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang menuntut perbaikan.
“Malioboro masih kotor, kebersihan belum bagus, kenyamanan, transportasi belum mudah, wisatawan masih mahal kalau mau ke destinasi wisata, walaupun sebenarnya wisatawan mancanegara sudah mulai menikmati untuk berwisata dengan bus kota,” tuturnya.
Ditegaskan Tazbir, pembangunan objek wisata baru sepatutnya dipusatkan di pinggir Kota Yogyakarta, tidak hanya menumpuk di kawasan Malioboro. Menurutnya, Malioboro sudah melewati kapasitas kenyamanan.
“Malioboro itu kan sebenarnya memiliki kapasitas maksimal untuk menjaga kenyamanan, dan saya rasa ini sudah melewati batas, makanya kadang mobil juga susah lewat dan terjadi kemacetan,” tutupnya.
(Fitri Yulianti)