YOGYAKARTA - Wisatawan yang datang ke Yogyakarta masih didominasi turis Eropa. Namun begitu, pasar Asia tidak luput dari target pariwisata Yogyakarta.
Pariwisata Yogyakarta sudah dikenal hingga ke mancanegara. Tak hanya sebagai destinasi budaya, Yogyakarta kini mulai mengembangkan potensi wisata alam serta wisata ekstrem. Promosi pun terus dilakukan.
Meski turis asing masih mendominasi kunjungan, Yogyakarta tidak lantas mengabaikan pasar Asia. “Promosi itu harus, tapi tetap harus tepat sasaran,” kata Tazbir, Kepala Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta, kepada Okezone di kantornya, belum lama ini.
“Misalnya market utama kita di Asia yang sedang kita galakkan itu Malaysia dan Singapura, karena memang mereka punya direct flight ke Yogyakarta,” lanjutnya.
Pada 2012 lalu, wisatawan asal Malaysia dan Singapura memang terbanyak jumlahnya ke Yogyakarta. Turis Malaysia mencapai lebih dari 15.000 orang, menempatkannya pada posisi ketiga yang paling banyak berkunjung ke Yogyakarta, setelah Belanda dan Prancis.
Turis terbanyak setelah Malaysia , adalah Jepang, Jerman, Australia, dan Amerika. Sementara, wisatawan asal Singapura menduduki posisi ke delapan dengan jumlah mencapai lebih dari 6.000 wisatawan, disusul oleh Thailand dan Belgia.
(Fitri Yulianti)