SELAMA ini, banyak masyarakat yang menganggap kandungan mineral oil pada produk kosmetik justru bagus untuk kulit. Namun, anggapan itu ditampik oleh para ahli kulit kecantikan. Apa pasal?
Memilih produk kosmetik atau perawatan skin care untuk kulit dibutuhkan kejelian dalam melihat kandungan yang tertera pada produk tersebut. Pasalnya, menurut ahli dermatologi, dr Srie Prihiantini, SpKK, PHD, harus menghindari kandungan seperti timah, tembaga dan merkuri, arsen dan kadmium, alumunium, hidroquinon, sodium lauryl sulfate (SLS), serta logam berbahaya lainnya.
"Selain itu, Anda harus menghindari campuran mineral oil dalam produknya," ungkapnya saat berbincang dengan Okezone, belum lama ini.
Banyak orang mengira penggunaan mineral oil dapat membuat kulit jadi lebih baik. Namun, pada industri kosmetik justru penggunaan mineral oil masih menjadi perdebatan.
"Penggunaan kosmetik yang mengandung senyawa ini bisa berbahaya untuk Anda yang punya jenis kulit berminyak. Minyak ini akan membentuk lapisan di permukaan kulit sehingga akan menutup pori-pori kulit. Akibatnya, pengeluaran toksin dan sirkulasi udara di kulit jadi terganggu dan menyebabkan jerawat," tandasnya. (ind)
(Tuty Ocktaviany)