Nassar & Muzdalifah (Foto: Dok. Okezone)
USAI peristiwa penculikan yang terjadi pada putrinya, Nassar dan Muzdalifah memperketat penjagaan dengan mengandalkan bodyguard.
Berpisah dengan buah hati mungkin menjadi mimpi terburuk bagi semua orangtua. Terlebih, jika perpisahan tersebut terjadi dalam bentuk penculikan. Inilah yang baru menimpa keluarga Nassar dan Muzdalifah. Nana, putrinya yang baru duduk di kelas 5 SD ditemukan usai 10 hari diculik.
Trauma dengan peristiwa tersebut, Nassar pun berupaya memberi keamanan ekstra dari kawalan
bodyguard.
“Tindakan yang dilakukan Nassar sebenarnya sangat wajar, mengingat anaknya sudah pernah menjadi korban penculikan,” tutur psikolog Fredrick Dermawan Purba, M.Si, Psi pada
Okezone, Senin (28/1/2013).
Hal ini, kata Fredrick, ibarat orang yang rumahnya pernah dimasuki perampok, sehingga berupaya menambah pengamanan dengan kunci ekstra.
“Tapi perlu diingat jika hal ini harus dilakukan sewajar mungkin. Dalam arti, si
bodyguard tidak perlu melakukan secara berlebihan. Jangan sampai anaknya justru menganggap dunia ini tidak aman sama sekali, hingga dirinya jadi paranoid,” tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)