PERAYAAN Imlek selalu identik dengan busana cheongsam. Hal itu pun ditangkap Sebastian Gunawan dalam bentuk busana cantik yang modern.
Keberagaman budaya di Indonesia cukup kental. Di antara berbagai perayaan hari besar yang banyak dirayakan, Imlek menjadi salah satu momen yang ramai peminat.
Dalam kesempatan ini, busana khas
cheongsam menjadi
item khas yang kerap dikenakan. Meski demikian,
cheongsam yang hadir selama ini seperti terpaku dalam bentuk yang itu-itu saja. Padahal di sisi lain, busana
cheongsam banyak diminati.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Sebastian Gunawan yang secara konsisten menawarkan koleksi
cheongsam selama empat tahun belakangan ini pun tergerak memberikan sentuhan modern pada rancangan
cheongsam yang dipamerkan dalam
fashion show bertema
La Route de La Soie atau
Jalur Sutra.
"
Jalur Sutra kali ini terdiri dari empat segmen. Berangkat dari China, lalu ke Jepang. Ada penggunaan obi yang digarap jadi
cheongsam. Setelah itu pindah ke Eropa Timur dan berakhir di Paris," tuturnya dalam konferensi pers di Jasmine Room, Hotel Mulia, Jumat (25/1/2013).
Lebih lanjut, Seba menjelaskan bahwa pemakaian bahan-bahan yang dikumpulkannya dari perjalanan yang sering dilakukan sebelumnya.
"Ada tenun Uzbekistan, damas (Eropa), obi dari Jepang serta
embroidery sulam yang menggambarkan kepiawaian China dalam bordiran. Ada pula tambahan kristal, manik-manik, bahan-bahan struktural atau aplikasi," sambung Seba yang menawarkan 76 koleksi pada pergelaran kali ini.
(Tuty Ocktaviany)