Musim hujan telah tiba! Mengetahui datangnya musim hujan sangat penting, terutama bagi Anda yang ingin pelesir ke luar negeri. Jangan sampai saat tiba di tujuan, hujan terus turun dan mengganggu liburan Anda.
Musim hujan sendiri lebih banyak dikenal di wilayah beriklim tropis, terutama yang berdekatan dengan garis khatulistiwa, seperti negara-negara Asia Tenggara. Thailand, misalnya. Negeri Gajah Putih ini mengalami musim hujan setiap Juni hingga Oktober setiap tahun, meski kadang curah hujan juga cukup tinggi pada Maret.
Biasanya saat sedang musimnya, hujan akan turun sepanjang hari di Thailand, bahkan berisiko banjir. Seperti pada 2011, hujan turun tak henti selama tiga bulan dan menyebabkan negara tersebut tertimpa bencana banjir yang baru surut menjelang akhir Desember.
Hal sama juga terjadi di India. Periode hujan di India bahkan nyaris sepanjang tahun, meski dengan curah yang beragam. Curah hujan paling tinggi terjadi pada Juni-Juli, yang tidak langsung muncul di semua wilayah namun bertahap. Hujan di India tidak dapat diprediksi, namun bila ingin menghindari cuaca buruk, Anda bisa mengunjungi New Delhi, Bangalore, dan Hyderabad yang paling sedikit 'disapa’ hujan.
Kawasan Afrika yang dekat dengan garis khatulistiwa akan mengalami musim hujan pada Februari hingga April dilanjutkan pada September hingga November. Di luar itu, cuaca di benua ini akan kering kemarau dan sangat panas. Demikian seperti dikutip TripAdvisor, Senin (21/1/2013).
Negara-negara di Eropa dan Amerika tidak mengenal musim hujan karena memiliki empat musim, yaitu musim panas, musim semi, musim gugur, dan musim dingin. Hujan turun hampir di setiap musim, dengan curah hujan yang beragam. Kadang muncul pula badai yang biasanya datang bersama angin tropis ataupun pada April hingga Mei. Di London, Inggris, sendiri, hujan turun hampir sepanjang hari dalam setahun karena itu cuaca di London disebut "murung".
(Fitri Yulianti)